Langowan GlobalNews Sulut— Dari hamparan tanah seluas 25 hektare di jantung Langowan, sebuah harapan besar tengah bertumbuh. Pembangunan SMA Taruna Nusantara Langowan terus dikebut dan ditargetkan rampung untuk menyambut tahun ajaran 2026, menjadi tonggak penting kebangkitan pendidikan unggulan di Sulawesi Utara.
Di balik deru alat berat dan rangka bangunan yang menjulang, tersimpan mimpi ribuan anak bangsa. Wolter Piri, Manajer Proyek sekaligus Konsultan Pengawas, menegaskan bahwa kehadiran SMA Taruna Nusantara bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari visi besar membentuk Langowan sebagai kota pendidikan dan pusat pengembangan sumber daya manusia.
“Sekolah ini dibangun untuk masa depan. Bukan hanya untuk Langowan, tapi untuk Indonesia,” ujar Wolter.
Hingga kini, tahap pertama pembangunan telah mencapai 50 persen, dengan total anggaran fantastis mencapai Rp540 miliar. Sejumlah gedung utama telah berdiri kokoh dan ditargetkan siap digunakan pada Februari 2026. Para siswa yang telah diterima sejak tahun lalu—yang saat ini masih menjalani pendidikan di kampus Taruna Nusantara Cimahi dan Malang—akan segera kembali ke tanah Sulawesi, menempati kampus baru yang dibangun khusus untuk mereka.
SMA Taruna Nusantara Langowan akan menjadi kampus keenam Taruna Nusantara di Indonesia dan yang pertama di Pulau Sulawesi. Didesain sebagai sekolah unggulan berstandar nasional, bahkan internasional, kampus ini akan dilengkapi dengan ruang belajar modern, asrama siswa, lapangan sepak bola, rumah dinas guru, serta fasilitas penunjang lainnya, menyatu dalam kawasan pendidikan terpadu.
Lahan tempat sekolah ini berdiri merupakan hibah dari Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, sebuah bentuk nyata dukungan daerah terhadap masa depan generasi muda.
Lebih dari itu, pembangunan SMA Taruna Nusantara Langowan juga sarat makna emosional. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebelumnya telah berjanji membangun sekolah unggulan di kampung halaman ibunya, Langowan. Kini, janji itu perlahan menjelma menjadi kenyataan—menjadi simbol bakti, sejarah, dan komitmen negara terhadap pendidikan.
Masyarakat Langowan menyambut pembangunan ini dengan penuh harap. Bagi mereka, SMA Taruna Nusantara bukan hanya sekolah elit, melainkan pintu harapan—bahwa anak-anak Sulawesi Utara bisa berdiri sejajar, bahkan terdepan, dalam kompetisi nasional dan global.
Dengan visi besar mencet
ak pemimpin masa depan dan menyiapkan Generasi Emas 2045, SMA Taruna Nusantara Langowan diharapkan menjadi mercusuar baru pendidikan Indonesia Timur—tempat karakter ditempa, disiplin ditanam, dan cita-cita bangsa dirajut sejak bangku sekolah.
Dari Langowan, Indonesia menatap masa depan. //GNS//
![]()






