• Tim Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
Sabtu, 10 Januari 2026
Global News Sulut
Advertisement
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Budaya
  • Pendidikan
  • Religius
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Budaya
  • Pendidikan
  • Religius
No Result
View All Result
Global News Sulut
No Result
View All Result
Home Budaya

Tradisi Pengucapan syukur Suku Minahasa. 16/07/2025.

Admin by Admin
17 Juli 2025
in Budaya
0 0
0
Tradisi Pengucapan syukur Suku Minahasa. 16/07/2025.

Manado, GlobalNews Sulut- Pengucapan syukur merupakan salah satu tradisi turun-temurun dari nenek moyang suku Minahasa. Tradisi ini awal mulanya berasal dari tradisi “Foso Rumages”, “Foso” yang berarti “ritual” dan “Rumages” berarti “persembahan yang diberikan dengan keutuhan atau ketulusan hati untuk Tuhan Yang Maha Besar.”

Jadi tradisi “Foso Rumages” merupakan ritual untuk mempersembahan hasil panen sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Para leluhur akan melakukan tradisi “Foso Rumages” pada saat selesai melakukan panen, terutama panen padi, masyarakat akan merayakan tradisi “Foso Rumages” sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang diberikan Tuhan yang Maha Besar.

Dalam pelaksanaan tradisi “Foso Rumages” juga terdapat berbagai bentuk persembahan yang dilakukan seperti bernyanyi dan menari bersama, kemudian memasak di dalam bambu yang dikhususkan untuk persembahan kepada leluhur sebagai tanda hormat.

Namun seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman tradisi “Foso Rumages” mulai hilang atau ditinggalkan, hal itu dikarenakan agama Kristen mulai masuk di tanah Minahasa membuat tradisi atau ritual “Foso Rumages” ini semakin hilang, dan juga disebabkan beberapa ritual yang bertentangan dengan agama Kristen, melihat pada saat itu penduduk lokal yang dulunya menganut kepercayaan shamanisme mulai berpindah ke agama Kristen.

Tradisi mempersembahkan hasil panen sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa hingga saat ini masih dilakukan oleh masyarakat suku Minahasa yaitu lewat perayaan pengucapan syukur, walaupun perayaan tradisi tersebut sudah tak sama lagi dengan tradisi “Foso Rumages”.

Namun maksud dan tujuan dari perayaan pengucapan syukur tetaplah sama yaitu untuk mempersembahkan hasil panen kita kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai bentuk rasa bersyukur kita atas hasil panen yang telah diberikan oleh-Nya. Itulah awal mula tradisi pengucapan syukur ini dapat terbentuk, dan menjadi tradisi yang dilakukan setiap tahunnya.

TRADISI PENGUCAPAN SYUKUR

Pengucapan syukur dilakukan pada saat masa panen pertama, jadi hasil panen pertama akan dibawa ke rumah ibadah sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen berupa padi, cengkeh, pisang, dan hasil panen lainnya.

Sehubungan dengan penduduk suku Minahasa yang sebagian besar menganut agama Kristen maka salah satu bentuk perayaan tradisi ini yaitu dengan datang beribadah ke Gereja.

Perayaan tradisi ini tidak hanya ditandai oleh datang ke Gereja dan beribadah, namun pada saat perayaan tradisi ini dilakukan masyarakat akan menyediakan berbagai macam hidangan makanan dan minuman di rumah mereka masing-masing untuk para tamu yang datang atau tamu yang diundang.

Biasanya ketika hari pengucapan syukur tiba keluarga besar akan berkumpul bersama, dan adapun masyarakat sekitar yang akan saling berkunjung dari rumah satu ke rumah lainnya, yang menjadi keunikan dari tradisi ini yaitu saat tamu-tamu selesai berkunjung tuan rumah akan memberikan nasi jaha dan dodol yang merupakan menu khas dari tradisi ini

[16/7 11.26] +62 823-4425-0002: sebagai bingkisan untuk dibawa pulang.

Tradisi ini biasanya dilakukan mulai pada bulan *Juli-September*, yang akan dilakukan di *Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Tenggara, Kabupaten Minahasa Utara kemudian juga di Kota Manado, Kota Bitung, Kota Kotamobagu, dan Kota Tomohon,* dan dilakukan secara bergantian. Namun untuk Kota Manado sendiri perayaan “Pengucapan Syukur” ini baru mulai dirayakan pada tahun 2017, jadi tahun ini baru tahun ke-4 Kota Manado merayakan “Pengucapan Syukur”.

Seiring berjalannya waktu dan zaman perayaan ini tidak hanya dirayakan atau dilakukan oleh orang-orang yang berprofesi sebagai petani, namun dari semua kalangan profesi atau siapapun yang ingin merayakan “Pengucapan Syukur” bisa ikut serta merayakannya dan bersyukur bersama dalam perayaan tradisi ini, oleh sebab itu tradisi ini telah melekat bagi masyarakat Sulawesi Utara terlebih khusus pada suku Minahasa, dan menjadi kebiasaan untuk dirayakan setiap tahunnya.

Menu Hidangan yang menjadi Ciri Khas dalam Perayaan Tradisi Pengucapan Syukur

*”NASI JAHA”*

Nasi jaha merupakan salah satu kuliner khas yang ada di Manado dan menjadi salah satu menu yang selalu ada di dalam perayaan tradisi ini. Nasi jaha diolah dengan cara memasukan semua bahan yang telah dicampurkan, dimana beras menjadi bahan utama dari makanan ini, kemudian campurkan bahan tersebut akan dibungkus dengan lembaran daun pisang, kemudian digulung sambil dipadatkan dan dimasukan kedalam bambu yang nantinya dibakar diatas bara api dengan posisi bambu didirikan secara miring yang dibawahnya terdapat bara api. Ketika sudah matang bambunya dapat diangkat, kemudian dibuka, dan bambu yang berisikan nasi jaha siap disajikan.

*”DODOL”*

Dodol juga menjadi salah satu makanan yang selalu ada di perayaan “Pengucapan Syukur”. Dodol akan dibungkus dengan daun woka, hal itu menjadi pembeda dengan dodol-dodol di daerah lainnya yang pada umumnya dibungkus dengan plastik atau kemasan lainnya. Cara membuat dodol bisa dikatakan cukup sulit dikarenakan butuh waktu yang lama, dan tenaga yang kuat untuk mengaduk semua bahan-bahan yang telah disatukan selama kurang lebih 2 jam, dengan bahan utama beras ketan, gula aren, dan kadang juga diberikan kacang atau kenari untuk dicampurkan kedalam adonan dodol tersebut.

*”TINORANSAK”*

Tinoransak menjadi salah satu menu favorit yang diincar-incar para tamu saat berkunjung. Tinoransak merupakan makanan khas Minahasa dengan bahan utama yaitu daging ayam atau daging babi. Daging ayam atau babi tersebut akan diolah dengan bumbu-bumbu dan rempah-rempah seperti cabe, bawang merah/bawang putih, lada, kunyit, daun jeruk nipis, serai, perasaan jeruk nipis, minyak goreng, dan garam. Tinoransak dikenal dengan citra rasa yang pedas, dengan rasa rempah-rempahnya yang kuat, kemudian dagingnya yang empuk.

Dalam merayakan Pengucapan Syukur masyarakat dihimbau untuk melihat situasi dan ekonomi jangan terlalu memaksakan

[16/7 12.05] +62 823-4425-0002: Persiapan yang serba ada, tapi akhirnya menyiksa diri sendiri.dan rayakan Pengucapan syukur dgn sederhana, tidak dengan pesta pora, tidak dengan pesta miras, jaga stabilitas Kamtibmas di lingkungan masing-masing dengan menjadi pelopor terciptanya Kamtibmas yang aman dan kondusif.

Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Mayjen TNI (purn) Yulius Selvanus dalam hal ini merespon cepat mom en Pengucapan syukur dengan mengantisipasi kebutuhan pangan masyarakat di hari Pengucapan syukur tersebut dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di tiga lokasi strategis.

Gerakan Pangan Murah (GPM) bukan sekedar seremonial, melainkan komitmen Pemprov Sulawesi Utara dalam menjaga keterjangkauan harga pangan, khususnya jelang perayaan Pengucapan syukur, tradisi khas masyarakat Minahasa yang syarat makna spiritual dan sosial. (Jufry HRM) //GNS//.

Loading

Artikel Sejenis

Kebersamaan “Baku Dapa” Wartawan, LSM Sebuah Momen Spesial Awali Tahun Baru 2026
Budaya

Kebersamaan “Baku Dapa” Wartawan, LSM Sebuah Momen Spesial Awali Tahun Baru 2026

3 Januari 2026
Pemdes Ratatotok Selatan Gelar Ibadah Natal Sekaligus Merayakan Hut Desa Ratatotok Selatan Ke 27 Tahun.
Budaya

Pemdes Ratatotok Selatan Gelar Ibadah Natal Sekaligus Merayakan Hut Desa Ratatotok Selatan Ke 27 Tahun.

19 Desember 2025
Kepsek SLB Teresia Sonder Apresiasi Penigkatan Kopetensi dan Kesejahteraan Guru Oleh Pemerintah R.I, “Mengabdi Untuk Melayani Dengan Semangat Cinta Kasih”
Budaya

Kepsek SLB Teresia Sonder Apresiasi Penigkatan Kopetensi dan Kesejahteraan Guru Oleh Pemerintah R.I, “Mengabdi Untuk Melayani Dengan Semangat Cinta Kasih”

27 November 2025
Peresmian dan Gunting Pita White Hotel Ratatotok Oleh Owner Jems Emor dan Maya Supit Berlangsung  Dengam Penuh Sukacita.
Budaya

Peresmian dan Gunting Pita White Hotel Ratatotok Oleh Owner Jems Emor dan Maya Supit Berlangsung Dengam Penuh Sukacita.

3 November 2025
Kapolres Bitung Hadiri Closing Ceremoni FPSL 2025 Apresiasi Kesuksesan Acara.
Budaya

Kapolres Bitung Hadiri Closing Ceremoni FPSL 2025 Apresiasi Kesuksesan Acara.

15 Oktober 2025
Polres Bitung Kolaborasi Dengan TNI Dan Pemkot Bitung Dalam Pengamanan FPSL.
Budaya

Polres Bitung Kolaborasi Dengan TNI Dan Pemkot Bitung Dalam Pengamanan FPSL.

10 Oktober 2025

Kategori Berita

  • Bencana
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Keamanan
  • Olah Raga
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Religius
  • Tanpa Kategori
  • Tim Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami

© 2024 Global News Sulut - Developed by Tokoweb.co.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Budaya
  • Politik
  • Religius