Manado, GlobalNews Sulut- Polemik yang terjadi di kepengurusan Panti Asuhan Darussa’adiah kelurahan Wonasa Tanjung menimbulkan masaalah antara pengurus lama yang masih aktif sampai tahun 2027 dan pengurus baru yang tiba-tiba menggantikan kepengurusan lama yang di Pimpin oleh Ibu, Harasa Pakaya.
Dalam hal ini Ibu, Harasa biasa di panggil “mami” angkat bicara bahwa tidak bisa menggantikan pengurus baru menggantikan pengurus lama karena pengurus lama masih aktif dalam periode berjalan sampai tahun 2027, sabar tunggu abis periode baru kalian menggantikan saya siap legowo, ucap mami Harasa.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah angkat bicara terkait polemik kepengurusan yang terjadi di Panti Asuhan Darussa’adiayah Kelurahan Wonasa Tanjung yaitu bahwa secara kepemilikan itu milik Muhammadiah, aset tanah dan bangunan milik Muhammadiyah tetapi yang terjadi di Sulawesi Utara pengelolaan sepenuhnya di serahkan kepada Pimpinan Wilayah Aisiyah (PWA) termasuk kepengurusannya maka otomatis pihak yang berkecimpung yang menerbitkan surat pengangkatan adalah PWA artinya Pak, Masrur lebih datail sebenarnya ke PWA.
Seperti juga usaha atau amal usaha di sebutkan dalam istilah Muhammadiyah jadi tidak penuh usaha tetapi harus ada nilai amal usaha seperti Sekolah TK, SD,SMP,SMA dan Perguruan Tinggi semua adalah milik Muhammadiyah, sertifikat atas nama satu Pimpinan pusat Muhammadiyah tidak ada perorangan. Ucap “Masrur”
Lebih lanjut Masrur mengatakan bahwa Mami Harasa itu sebagai salah satu pendiri Panti Asuhan orang yang sangat penting, strategis posisinya di dalam Panti Asuhan, Saya dan Generasi selanjutnya harus patut bersyukur kepada beliau-beliau Mami harasa dan pengurus lainnya, tetapi Muhammadiyah termasuk organisasi yang besar jabatan dan kepengurusan di Muhammdiyah dan Aisiyah ada kredisasi tidak ada di Muhammadiyah kepemilikan abadi sama dengan Organisasi lain ketika habis periode maka berhak menggatikan yang berkuasa mengurus. Tutupnya. Efendi, novel melaporkan//GNS//
![]()






