Manado, GlobalNews Sulut— Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Manado bergerak cepat merespons ancaman pendangkalan di sejumlah anak sungai di wilayah kota Manado. Kepala Dinas PUPR Manado, Johny Suwu. ST, memastikan pengerukan dilakukan secara fleksibel dengan skema swakelola, menyesuaikan intensitas curah hujan yang kerap memicu sedimentasi masif. Sejumlah titik strategis menjadi fokus perhatian, di antaranya anak sungai Tikala, Pal 2, Taas, Pal 4, Teling bawah, hingga Sindulang. Kawasan-kawasan ini diketahui bermuara ke sungai utama dan memiliki peran vital dalam mengalirkan debit air saat hujan deras mengguyur Kota Manado.

Menurut Johny Suwu, curah hujan tinggi membawa material lumpur, pasir, dan sampah dari hulu ke hilir. Endapan yang terus menumpuk menyebabkan pendangkalan di saluran maupun anak sungai. Jika tak segera ditangani, kondisi ini berpotensi menghambat arus dan memicu luapan air ke permukiman warga saat debit meningkat.

Pengerukan dilakukan dari muara ke arah hulu, memastikan aliran terbuka optimal sejak titik hilir. Dengan pola swakelola, pemeliharaan bisa digelar rutin bahkan setiap bulan ketika intensitas hujan tinggi. Langkah ini ditegaskan sebagai strategi preventif Pemerintah Kota Manado untuk menjaga fungsi drainase tetap prima dan meminimalkan risiko banjir di tengah cuaca ekstrem. “Fendi”//GNS//
![]()






