MANADO, GlobalNews Sulut – Ketidakpastian penyelesaian persoalan pertanahan yang berkaitan dengan proyek normalisasi dan penataan kawasan bantaran Sungai Paal 2 dan Paal 4, Kota Manado, kembali memicu keresahan masyarakat. Warga terdampak mendesak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Manado agar segera memberikan penjelasan secara terbuka mengenai perkembangan penyelesaian persoalan yang telah berlangsung cukup lama.
Menurut warga, ketidakjelasan tersebut tidak hanya menyangkut kepastian hak atas tanah, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat.
Sejumlah warga mengaku kehilangan mata pencaharian dan tidak dapat lagi menjalankan usaha akibat belum adanya kepastian terkait proyek tersebut.
Di kawasan Paal 4, mantan Kepala Lingkungan, Noldy Rumambi, menyampaikan aspirasi warga dan meminta pihak BPN Kota Manado turun langsung berdialog dengan masyarakat.
“Kami minta supaya aspirasi ini dapat didengar untuk kita bersama. Kalau bisa Bapak menjawab, mungkin akan ada perwakilan,” ujar Rumambi di hadapan warga.
Ia menegaskan masyarakat tidak menginginkan persoalan tersebut berujung konflik. Sebaliknya, warga berharap ada dialog terbuka yang menghasilkan komitmen bersama dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kami mengundang perwakilan BPN untuk berdiskusi dalam membuat komitmen bersama,” tegasnya.
Pagar Emas Soroti Dampak Ekonomi
Di kawasan bantaran Sungai Paal 2, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pagar Emas turut menemui warga terdampak sebagai bentuk kepedulian sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, ia meminta Kepala Kantor BPN Kota Manado memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat mengenai penyebab lambatnya penyelesaian persoalan pertanahan.
“Kita minta Kepala BPN Kota Manado dapat menjawab aspirasi rakyatnya dengan baik. Kita lakukan secara kondusif, nanti kita minta Kepala BPN memberikan penjelasan kenapa begitu lama proses ini,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.
“Ada yang sebelumnya berusaha, sekarang tidak bisa lagi berusaha. Aktivitas mencari nafkah terganggu. Karena itu kami meminta Kepala Kantor BPN Kota Manado memberikan jawaban yang jelas,” katanya.
Warga Minta Kepastian Waktu Penyelesaian
Dalam dialog tersebut, warga mempertanyakan kepastian waktu penyelesaian persoalan. Mereka berharap pemerintah memberikan informasi yang jelas mengenai tahapan penyelesaian sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi secara normal.
Ketua Umum Pagar Emas menilai ketidakpastian yang terus berlangsung berpotensi memicu persoalan yang lebih besar apabila tidak segera ditangani.
“Teman-teman bertanya, sampai kapan? Jika tidak ada penyelesaian, jangan salahkan masyarakat apabila persoalan ini berkembang menjadi perhatian nasional,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengajak seluruh masyarakat tetap menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan mengedepankan etika.
“Kita sampaikan dengan baik-baik, tetapi harus ada jawaban yang jelas,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Kantor BPN Kota Manado belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga maupun perkembangan penyelesaian persoalan pertanahan yang berkaitan dengan proyek normalisasi Sungai Paal 2 dan Paal 4.
Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera membuka ruang dialog yang transparan, memberikan kepastian hukum, serta menjelaskan tahapan dan waktu penyelesaian proyek.
Mereka menilai keterbukaan informasi dan penyelesaian dampak sosial menjadi hal penting agar program penataan kawasan dapat berjalan tanpa mengabaikan hak dan mata pencaharian masyarakat terdampak.*Red*//GNS//
![]()












