*Jurnalis Pendidikan Sumikolah Dikda Sulut*
*Pro Jurnalismedia Siber
Tompaso, GlobalNews Sulut –
SMA Taruna Nusantara Kampus Langowan diperkenalkan secara resmi kepada dunia pendidikan di Sulawesi Utara.
Hal ini disampaikan oleh Brigjen TNI Rhino Charles Tuwo dalam Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se-Provinsi Sulawesi Utara, pada Selasa, 15 September 2026.
Dalam paparannya, Brigjen TNI Rhino Charles Tuwo menjelaskan tentang sistem penerimaan dan konsep pendidikan di SMA Taruna Nusantara.
Untuk Penerimaan Tahun Ajaran 2027, pendaftaran SMA Taruna Nusantara dilakukan secara online, termasuk seluruh tahapan tes dilakukan secara online. Kecuali pada tahap akhir yang sudah tersaring, baru akan dilaksanakan seleksi offline di pusat.
“Untuk Sulawesi Utara, kelas 10 yang mendaftar hampir 70 siswa dan baru diterima 7 siswa yang dibagi di seluruh kampus yang ada di Indonesia,” jelas Brigjen Rhino.
Dijelaskan, sistem penerimaan SMA Taruna Nusantara (SMATN) saat ini tersebar di 6 kampus yakni SMA Taruna Nusantara Langowan, SMA Taruna Nusantara IKN, SMA Taruna Nusantara Pagar Alam, dan kampus-kampus SMA Taruna Nusantara di Pulau Jawa.
Setiap sekolah akan menerima 250 siswa, dengan syarat utama memenuhi standar masuk SMA Taruna Nusantara, salah satunya memiliki IQ minimal 110.
Untuk tenaga pendidik, SMA Taruna Nusantara Kampus Langowan menggunakan tenaga dari sipil semua. Guru-guru yang mengajar merupakan guru profesional yang sudah direkrut secara internal dan harus memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Terkait kurikulum, SMA Taruna Nusantara menggunakan Kurikulum Merdeka sama seperti SMA pada umumnya. Namun, SMA Taruna Nusantara memiliki kurikulum khusus tambahan yaitu Kurikulum Kejuangan dan Kurikulum Kebangsaan atau Kejuangan Kenusantaraan.
Harapan untuk Pendidikan Sulut
Brigjen TNI Rhino Charles Tuwo berharap kehadiran SMA Taruna Nusantara Kampus Langowan bisa menjadi pemicu kemajuan pendidikan di Sulawesi Utara.
“SMA Taruna Nusantara Langowan kita bisa menjadi salah satu pemicu bagi kemajuan pendidikan di Sulawesi Utara. Bisa bekerjasama dengan SMA-SMA yang lain, sama-sama membina anak-anak yang berkualitas untuk bisa mendapat prestasi akademik. Selain itu kami juga menularkan nilai-nilai kebangsaan kenusantaraan bagi siswa-siswa SMA di Provinsi Sulawesi Utara,” harapnya.
Kehadiran SMA TN Kampus Langowan di Forum MKKS tersebut mendapat respon positif dari para Kepala Sekolah SMA se-Sulut yang hadir.
(JUFRY)
![]()












