Manado – GlobalNews Sulut
Sejumlah negara di dunia mulai mengambil langkah penghematan energi di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik. Termasuk ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Situasi ini tidak hanya memicu instabilitas politik, tetapi berdampak langsung pada rantai pasokan energi dunia
Diketahui, konflik geopolitik sejak akhir Februari 2026 tersebut telah menganggu pasokan energi global, yang pada gilirannya menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Menyingkap hal tersebut Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus mengambil langkah memerlakukan Work Frome Home (WFH) Bekerja dari rumah,
Dua hari dalam sepekan kepada Aparatur Sipil Negera di lingkup Pemprov Sulut, dalam sambutan Apel Perdana di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara setelah libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri di Halaman Kantor Gubernur, Senin (30/03). Apel perdana ini diikuti oleh seluruh Pegawai PNS dan P3K lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Gubernur Yulius Selvanus menegaskan WFH bukan Cuti melainkan bekerja dari rumah saatnya fokus kepada pelayanan, walaupun setengah dari jumlah ASN yang wajib hadir di kantor pelayanan publik tetap berjalan optimal, jangan sampai pelayanan kepada masyarakat terganggu.
Penerapan WFH tidak semata-mata mengendorkan disiplin kepada ASN, melainkan ada pengawasan kepada kinerja ASN di perketat dan diawasi jangan sampai ada kesan ASN bermalas-malasan saat bekerja dari rumah.
Kebijakan yang di lakukan Gubernur merupakan bagian dari arahan pemerintah pusat untuk penghematan Energi.
Kepada seluruh ASN di lingkungan Provinsi Sulawesi Utara Gubernur menghimbau untuk bijak dalam pengunaan BBM dan listrik, matikan lampu dan listrik yang tidak digunakan jangan ada pemborosan.
Inspektorat bersama satuan polisi pamong praja akan mengadakan pengawasan konkret dan melakukan patroli rutin setelah jam kerja memastikan tidak ada pemberosan energi di lingkungan perkantoran pemerintah.
Lebih lanjut Gubernur mengatakan bagi eselon II tetap dan wajib hadir di kantor setiap hari karena merupakan bentuk tanggung jawab jabatan, ini merupakan resiko jabatan kalau tidak siap silakan mundur, banyak yang siap mengantikan. Kepala dinas tetap berada di kantor meski secara prinsip freksibilitas kerja tetap diberikan karena tugas pemimpin bersentuhan langsung dengan masyarakat tegasnya.
(JUFRY HRM) GLOBALNEWS SULUT
![]()






