Dumoga, GlobalNews Sulut – Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan harapannya kepada jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Utara agar meningkatkan pengawasan terhadap peredaran minuman keras tradisional, termasuk captikus, menyusul terjadinya pertikaian antar kampung Desa Tonom vs Desa Imandi Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan yang dikabarkan telah menimbulkan korban jiwa.
Terkonfirmasi narasumber tersebut berpendapat bahwa akar persoalan bukan semata-mata pada pihak yang melepas lelah (istirahat) seseorang, melainkan diduga dipicu oleh pihak-pihak yang berada dalam kondisi mabuk dan kemudian mencari keributan.
Pernyataan ini merupakan pandangan narasumber dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab sebenarnya dari peristiwa tersebut.
Narasumber juga mengaku merasa resah dan takut karena dalam beberapa hari terakhir situasi keamanan di lingkungan tempat tinggalnya terganggu. Menurut keterangannya, rumah warga sempat dilempari oleh orang yang belum diketahui identitas maupun motifnya.
“Kami sudah lanjut usia dan merasa khawatir.
Kami berharap Kapolda Sulut yang baru dapat memberi perhatian serius terhadap peredaran minuman keras, khususnya captikus, agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar narasumber.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai penyebab pasti pertikaian maupun dugaan keterkaitannya dengan konsumsi minuman keras. masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak berwenang untuk melengkapi pemberitaan ini. *Selvi*//GNS//
![]()












