Manado, GlobalNews Sulut – Sejumlah orang tua murid MAN Model Manado menyampaikan keberatan terhadap aturan jam masuk sekolah yang dinilai terlalu ketat.
Mereka mengaku gerbang sekolah telah ditutup sebelum pukul 07.00 WITA, sehingga sejumlah siswa yang datang beberapa menit sebelum jam pelajaran dimulai tidak diperbolehkan masuk dan harus berada di luar lingkungan sekolah.
Salah seorang orang tua yang dikonfirmasi media mengatakan dirinya setiap hari harus mengantar anaknya dengan terburu-buru agar tidak terlambat memasuki gerbang sekolah.
“Setiap pagi saya harus ngebut mengejar waktu karena khawatir gerbang sekolah sudah ditutup. Kondisi ini justru berisiko membahayakan keselamatan di jalan.
Kami tentu mendukung kedisiplinan sekolah, tetapi penerapannya juga perlu mempertimbangkan faktor keselamatan siswa dan orang tua,” ujarnya.
Para orang tua berharap pihak MAN Model Manado dapat meninjau kembali kebijakan penutupan gerbang sekolah agar disesuaikan dengan jam masuk yang telah ditetapkan, sehingga siswa tidak terlantar di luar sekolah.
Selain itu, mereka juga meminta perhatian dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut.
Menurut mereka, keterlambatan siswa tidak selalu disebabkan oleh kurangnya disiplin, tetapi juga dipengaruhi kondisi lalu lintas, cuaca, maupun faktor lainnya yang berada di luar kendali.
Hingga berita ini disusun, pihak MAN Model Manado maupun Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para orang tua tersebut. Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi apabila pihak sekolah maupun Kanwil Kemenag Sulut ingin memberikan penjelasan atas persoalan tersebut. *Red*//GNS//
![]()












