Bitung GlobalNews Sulut– Polemik yang sempat mencuat di ruang publik terkait dugaan pernyataan bernuansa rasis yang melibatkan Komandan Satuan Patroli (Dansatrol) Bitung, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., akhirnya berakhir secara damai melalui dialog dan klarifikasi bersama berbagai pihak.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut mempertemukan Dansatrol Bitung dengan Ketua Kerukunan Keluarga Jawa (KKJ) Sulawesi Utara, Ahmad Nuri, serta sejumlah insan pers. Dalam kesempatan itu, seluruh pihak sepakat untuk mengedepankan komunikasi yang baik demi menjaga keharmonisan masyarakat.
Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D. menegaskan bahwa pernyataan yang sebelumnya menjadi sorotan publik tidak dimaksudkan sebagai bentuk penghinaan terhadap suku atau etnis tertentu. Menurutnya, ucapan tersebut merupakan ungkapan spontan yang tidak mencerminkan kebijakan maupun sikap resmi satuan yang dipimpinnya.
“Sejak bertugas di Bitung, saya selalu berupaya menjalin hubungan baik dengan seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan. Silaturahmi dan kebersamaan merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban daerah,” ungkapnya.
Sebelumnya, pihak Dansatrol sempat meminta media yang memuat informasi yang dianggap tidak sesuai fakta untuk melakukan koreksi dan klarifikasi. Namun, melalui pertemuan tersebut, seluruh pihak memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan mengedepankan semangat saling memahami.
Ketua KKJ Sulawesi Utara, Ahmad Nuri, menyambut baik penjelasan yang disampaikan Dansatrol. Ia menegaskan bahwa hubungan antara KKJ Sulut, pihak Dansatrol, dan insan pers tetap berjalan harmonis.
“Kami melihat adanya komitmen yang kuat dari Dansatrol untuk menjaga kerukunan antarwarga. Komunikasi dan silaturahmi seperti ini sangat penting untuk terus dipelihara demi terciptanya suasana yang kondusif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Suasana pertemuan berlangsung penuh keakraban. Klarifikasi yang disampaikan diterima dengan baik oleh seluruh pihak yang hadir. Kesepahaman pun tercapai bahwa persoalan yang sempat viral di media sosial telah selesai dan tidak menimbulkan persoalan lanjutan, baik secara sosial maupun hukum.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum refleksi bagi semua pihak mengenai pentingnya verifikasi informasi sebelum dipublikasikan. Dansatrol Bitung dan Ketua KKJ Sulut mengajak seluruh insan pers untuk terus menjunjung tinggi prinsip akurasi, objektivitas, dan konfirmasi dalam pemberitaan, sehingga hubungan harmonis antara aparat, masyarakat, dan media dapat terus terjaga.
(Redaksi)
![]()






