MANADO, GlobalNews Sulut- Selasa 28 April 2026 — Sikap diduga arogan ditunjukkan RM alias Recky Montong, oknum petinggi GMIM, usai menjalani pemeriksaan di Polda Sulawesi Utara. Ia diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap jurnalis dengan memukul kamera wartawan hingga rusak.
Korban adalah Jack Latjandu, wartawan Sulut Times yang sehari-hari meliput di Mapolda Sulut. Peristiwa itu terjadi pada Senin malam (27/4/2026), saat Recky Montong keluar dari ruang pemeriksaan Kamneg Ditreskrimum.
Saat itu, Jack berupaya menjalankan tugas jurnalistik dengan meminta konfirmasi terkait pemeriksaan yang dijalani Recky Montong dalam kasus dugaan penggelapan dana Yayasan GMIM senilai Rp5,2 miliar.
Namun, bukannya memberikan keterangan, Recky Montong justru diduga merespons dengan tindakan kasar.
“Saya angkat kamera untuk wawancara, tapi dia langsung memukul kamera saya sampai jatuh. Saya juga ikut terjatuh,” ungkap Jack.
Tak hanya sekali, aksi tersebut disebut terjadi hingga dua kali. Akibatnya, kamera milik Jack mengalami kerusakan pada bagian speaker.
Meski mendapat perlakuan demikian, Jack tetap berusaha mendapatkan konfirmasi. Dalam kesempatan singkat, Recky Montong sempat menyatakan dirinya bukan bendahara, melainkan hanya pembina Yayasan Sinode GMIM.
Insiden ini terjadi tak lama setelah pemeriksaan terhadap mantan Ketua Sinode GMIM, Hein Arina, yang lebih dulu diperiksa dalam kasus yang sama.
Jack menyayangkan keras sikap yang ditunjukkan oleh Recky Montong. Menurutnya, sebagai figur publik sekaligus pimpinan organisasi keagamaan, tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap yang patut.
“Kalau tidak mau diwawancarai, silakan saja jalan. Tapi jangan bersikap kasar apalagi sampai memukul dan menjatuhkan saya,” tegasnya.
Ia menegaskan, apa yang dilakukannya merupakan bagian dari tugas jurnalistik yang dilindungi undang-undang.
Peristiwa ini kembali menjadi sorotan, mengingat kebebasan pers dan keselamatan jurnalis merupakan hal yang dijamin dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. *Red GNS *
![]()






