KotaMobagu, GlobalNews Sulut-
Menjelang satu tahun terakhir, tepatnya pada tanggal 12 Agustus 2025 dan 20 Februari 2026, telah terjadi banjir besar yang melanda Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow. Peristiwa ini diduga kuat merupakan dampak dari aktivitas deforestasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan tambang PT. JRBM (J Resources Bolaang Mongondow) serta maraknya aktivitas penambangan liar di wilayah tersebut.
Akibat kejadian ini, masyarakat Desa Bakan dan sekitarnya hingga saat ini masih diliputi rasa khawatir akan potensi banjir susulan, terlebih dengan kondisi cuaca yang belakangan ini didominasi oleh curah hujan tinggi.
Permasalahan ini dinilai terjadi karena adanya pengabaian terhadap ketentuan hukum yang berlaku, antara lain:
– Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH)
– Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba)
Sebagai dasar hukum, kedua regulasi tersebut secara tegas mengatur kewajiban perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan serta tanggung jawab terhadap dampak sosial dan ekologis yang ditimbulkan dari aktivitas pertambangan.
Langkah prioritas yang harus segera dilakukan antara lain:
1. Investigasi menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan oleh pihak berwenang.
2. Penindakan tegas terhadap perusahaan maupun pelaku penambangan ilegal yang terbukti melanggar hukum.
3. Penyusunan dan penyampaian laporan resmi kepada instansi terkait, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta aparat penegak hukum.
4. Evaluasi izin operasional perusahaan tambang di wilayah terdampak.
5. Upaya pemulihan lingkungan (rehabilitasi hutan dan daerah aliran sungai).
Pemerhati LIN Sulut mendesak agar pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait segera mengambil langkah cepat, tepat, dan terukur guna mencegah terulangnya bencana serupa yang dapat mengancam keselamatan masyarakat. *Red( GNS)*
Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.
Sumber Berita, Alcatraz News’26 📝
Pemerhati LIN Sulut
![]()






